gambar pertama This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Foto bersama kelas XII TKJ bersama Dosen UIN Malang dan Guru Produktif SMK Widya Dharma Turen

Foto Bersama Dosen UIN Malang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 30 Maret 2016

SEJARAH AKUNTANSI


       Akuntansi dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan melakukan pencatatan dengan hitungan itu.  Pada zaman dahulu pencatatan tidak dilakukan dengan buku, tetapi di batu, daun, kayu dan sebagainya. Pada pertengahan abad 14, untuk mngetahui laba atau rugi, pedagang-pedagang di Genoa (Italia) membandingkan harta yang dibawa waktu berangkat berlayar dengan harta yang diperoleh pada akhir pelayaran.
       Pada tahun 1494, LUCAS PACIOLO mengarang sebuah buku yang berjudul SUMMA DE ARITHMATICA, GEOMETRIA PROPORTIONI ET PROPORTIONALITA. Buku tersebut sebenarnya berisi pelajaran ilmu pasti tetapi di dalamnya terdapat bagian berjudul TRACTATUS DE COMPUTIS ET SCRIPTORIO yang membahas akuntansi untuk para pengusaha.
       Pada akhir abad ke-15 peranan Romawi sebagai pusat perdagangan berkurang dan berpindah ke Spayol dan Portugis, kemudian ke Belanda dan Inggris. Perpindahan itu terjadi karena ditemukannya belahan dunia baru dan jalur perdagangan baru. Perpindahan pusat perdagangan itu mempunyai dampak terhadap kemajuan akuntansi berupa dimulainya pembuatan perhitungan laba rugi tahunan dan penyusunan neraca pada setiap saat pada jangka waktu tertentu.
       Pada abad ke-19 revolusi industri berkecamuk di daratan Eropa. Dampak langsung perubahan teknologi industri tersebut terhadap akuntansi adalah berkembangnya bidang akuntansi biaya dan munculnya konsep penyusutan.
       Ditemukannya Benua Amerika mengakibatkan banyak pengusaha dari Eropa pindah ke Amerika. Pada akhir abad ke-19 mulai berdiri perusahaan-perusahaan raksasa di Amerika Serikat dan akuntansi juga berkembang  di sana. Pada tahun 1930 untuk pertama kalinya diadakan pembahasan antara New York Stock Exchange dengan American Institute of Certified Public Accountant untuk menetapkan prinsip-prinsip akuntansi. Prinsip-prinsip itu harus diikuti oleh perusahaan yang saham-sahamnya terdapat di bursa saham. Selanjutnya perkembangan akuntansi berkisar pada praktik akuntansi.
     Di Indonesia, akuntansi mulai dterapkan sejak tahun 1642, tetapi jejak yang jelas baru ditemui pada pembukuan Amphioen Societyt yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747. Perkembangan akuntansi yang mencolok baru muncul setelah undang-undang mengenai tanam paksa dihapuskan  tahun 1870. Dengan dihapuskannya tanam paksa, kaum pengusaha Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Dunia usaha berkembang demikian pula kebutuhan akan akuntansi. Sistem pembukuan yang dianut oleh para pengusaha Belanda ini adalah seperti yang diajarkan Luca Pacioli. Dalam tahun 1850 orang Belanda menemukan methode pembukuan yang lebih efisien. Selama periode 1850-1900 terjadi semacam dualisme antara menggunakan metode lama dan yang menggunakan metode baru. Pada awal abad ke-20, metode pembukuan lama hilang dari sejarah akuntansi Belanda. Perkembangan ini juga dibawa ke Indonesia. Sementara bidang-bidang usaha yang besar dikuasai Belanda, bidang-bidang usaha yang kecil dibiarkan dikuasai oleh kelompok timur asing, seperti Cina, Arab, India, dan lain-lain. Sebagai daya tarik, pemerintah kolonial Belanda tidak mencampuri sistem pembukuan yang mereka gunakan. Dalam hubungan inimuncul sistem pembukuan Cina (sistem Hokian, Canton, Hakha, Tio Tjoe) Arab, India dan lain-lain.
     Fungsi pemeriksaan (auditing) mulai dikenalkan di Indonesia sejak tahun 1907, yaitu dengan dikirimkannya Van Schagen, seorang anggota NIVA. Tugas pokoknya adalah menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan. Pengiriman Van Schagen ini merupakan cikal bakal dibukanya Jawatan Akuntan Negara (Government Account Dienst = GAD) yang resmi didirikan pada tahun 1915. Akuntan publik pertama adalah Frese & Hogeweg, yang mendirikan kantornya di Indonesia, tahun 1918. Pada tahun 1920 berdiri akuntan H.Y. Voerens. Dalam tahun 1921 didirikan Jawatan Akuntan Pajak (Belasting Accountant Dienst = BAD). Akuntan intern pertama kali datang ke Indonesia adalah J.W. Labrijn yang sudah ada di Indonesia dalam tahun 1896. Pada jaman penjajahan Belanda tidak banyak orang Indonesia yang terjun dalam bidang akuntansi. Kalaupun ada, mereka hanya merupakan tenaga-tenaga pelaksana. Orang Indonesia pertama yang bekerja di bidang akuntansi tercatat JD. Massie, yang diangkat sebagai pemegang buku untuk Jawatan Akuntan Pajak pada 21 September 1929.
     Dalam masa pendudukan Jepang, Indonesia sangat kekurangan tenaga di bidang akuntansi. Jabatan-jabatan pimpinan di Jawatan Keuangan yang 90% dipegang bangsa Belanda, menjadi kosong. Dalam masa ini, atas prakarsa Mr. Slamet, didirikan kursus-kursus untuk mengisi kekosongan jabatan tadi dengan tenaga-tenaga akuntan di Indonesia. Mengenai sistem akuntansinya tidak banyak perubahan selama zaman Jepang ini.
     Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan 17 Agustus 1945, kekurangan tenaga akuntan sangat terasa. Pada atahun 1947, hanya ada seorang akuntan berbangsa Indonesia, yaitu Prof. Dr. Abutari. Dalam masa perang kemerdekaan (1945 – 1950), kursus-kursus untuk mendidik tenaga-tenaga dibidang akuntansi dilanjutkan. Setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda, Pemerintah RI baru mempunyai kesempatan untuk mengirim putra-putranya ke luar negeri untuk belajar akuntansi. Di dalam negeri sendiri, pendidikan akuntan mulai dirintis, dengan dibukanya jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, tahun 1952. Pembukuan ini kemudian diikuti oleh Fakultas-fakultas ekonomi di Universitas Padjadjaran (1962), Universitas Airlangga (1962), dan Universitas Gajah Mada (1964). Institut Ilmu Keuangan (sekarang Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) membuka jurusan akuntansi dalam tahun 1960. Dewasa ini fakultas ekonomi universitas-universitas negeri yang mempunyai jurusan akuntansi terdapat di Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Syiah Kuala, Universitas Riau, Universitas Udayana, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Jenderal Sudirman, dan Universitas Brawijaya.
     Organisasi profesi yang menghimpun para akuntan di Indonesia berdiri 23 Desember 1957 dan diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) didirikan oleh lima akuntan Inodnesia. Anggotanya pada waktu itu baru sebelas orang. Tahun 1978, berdiri Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Publik. Tahun 1986 berdiri Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Manajemen dan Kompartemen Akuntan Pendidik. Tahun 2001 berdiri Kompartemen Akuntan Pemerintah. Profesi akuntansi mulai berkembang dengan pesat sejak tahun 1967. Dikeluarkannya Undang-undang Penanaman Modal Asing dalam tahun itu yang kemudian disusul dengan Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri, tahun 1968, merupakan pendorong berkembangnya profesi akuntansi. Tumbuhnya perusahaan-perusahaan baru, baik yang didirikan dalam rangka kedua undang-undang tersebut maupun yang bukan, sebagai akibat makin baiknya iklim investasi di Indonesia, telah meningkatkan kebutuhan akan tenaga akuntansi. Sementara itu, di sektor Pemerintah, bertambahnya proyek-proyek pembangunan yang harus dikelola, baik melalui dana APBN maupun non APBN di satu pihak, dan makin disadarinya sistem pertanggungjawaban yang auditable dan accountable, di pihak lain, telah mendorong lajunya perkembangan profesi akuntansi. Pemerintah sangat berperan dalam mendorong perkembangan profesi ini. Diantaranya dengan membentuk Tim Koordinasi Pengembangan Akuntansi dalam tahun 1985. Pasar modal mulai marak sejak tahu 1987 menambah lajunya perkembangan akuntansi. Demikian juga reformasi perpajakan yang dilakukan tahun 1984.  (hasil sari pati dari berbagai buku by: Den Bravo).